... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Manajemen Pendidikan dan Dunia Pesantren Dalam Rangka Melanjutkan Tradisi Kaum Salafus Sholeh
Minggu, 30 Maret 2014
Jumat, 14 Maret 2014
NASRUDIN DAN TIGA ORANG BIJAK
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 13 Maret 2014
PENANTIAN SANG AYAH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
5 FAKTA SUKSES
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 12 Maret 2014
THINK WIN-WIN
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 05 Maret 2014
NASIB SEEKOR BURUNG
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 04 Maret 2014
JEMBATAN BISIKAN
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Senin, 03 Maret 2014
HATI YANG SEMPURNA
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 01 Maret 2014
ELANG ATAU KALKUN
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 28 Februari 2014
ASAL USUL MEMBERI ANGPAO
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Senin, 24 Februari 2014
101 CARA MENGATASI STRESS COURTESY OF THE TRIPLER ARMY MEDICAL CENTER, HONOLULU, HAWAII
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 23 Februari 2014
TEORI DAN PRAKTEK
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 14 Februari 2014
DARI JENDELA KE JENDELA
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
SEBUAH BENIH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Senin, 10 Februari 2014
KEBIASAAN YANG DIULANG
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 29 Januari 2014
BATANG GELAGAH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 23 Januari 2014
LANCE ARMSTRONG, JUARA BALAP SEPEDA TINGKAT DUNIA
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 16 Januari 2014
SAYAP YANG KERDIL
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 02 Januari 2014
CINTA CICAK
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 01 Januari 2014
MAWAR DARI SURGA
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 31 Desember 2013
MUNGKIN YA, MUNGKIN TIDAK
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 28 Desember 2013
SAAT MASIH HIDUP
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 27 Desember 2013
MUNGKIN YA, MUNGKIN TIDAK
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 25 Desember 2013
ASAL USUL HARI CENGBENG
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 24 Desember 2013
NASRUDIN DAN TIGA ORANG BIJAK
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
PELAYAN HOTEL
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
SEBUAH BENIH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 22 Desember 2013
NEVER EVER GIVE UP!
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
KISAH BURUNG PUNG
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 20 Desember 2013
SARINGAN TIGA KALI
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 15 Desember 2013
HIDUP ADALAH ANUGERAH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 14 Desember 2013
JAM PIKET ORGAN TUBUH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 12 Desember 2013
AIR MATA MUTIARA
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Senin, 09 Desember 2013
HIDUP ADALAH ANUGERAH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 08 Desember 2013
Kasus Asuransi
... baca selengkapnya di ATUR KEUANGAN Rencana Finansial Nomor 1
DIBALIK PRIA HEBAT, SELALU ADA WANITA HEBAT!
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 06 Desember 2013
POOH DAN PIGLET
Piglet duduk di belakang Pooh.
“Pooh”, bisiknya.
“Ya, Piglet?”
“Tidak apa-apa”, kata Piglet sambil memegang tangan Pooh. “Aku cuma ingin memastikan itu kamu”.
Sebuah hubungan persahabatan penting bagi Piglet. Dia memastikan keberadaan Pooh untuk membuatnya merasa aman dan tentram.
Seorang sahabat kadang hanya membutuhkan kehadiran Anda untuk membuatnya merasa aman, tentram dan bahagia. Dengan duduk bersama, berbincang ringan, dan tertawa bersama hal itu sudah menjadi berkat yang sangat besar bagi seorang sahabat.
Namun ditengah kesibukan hidup saat ini, seringkali banyak orang telah melupakan untuk meluangkan waktu bagi teman dan sahabatnya bahkan bagi keluarganya. Di sudut-sudut ruangan hati sahabat Anda, dia berseru betapa rindunya ia akan waktu-waktu bersama seperti yang pernah Anda luangkan bersamanya dulu.
Waktu adalah investasi yang tidak ternilai harganya. Seorang yang sukses menginvestasikan waktunya pada hal-hal terpenting bagi hidupnya. Apakah ada yang ....
Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 04 Desember 2013
EMPAT OBAT MUJARAB
Seorang anak muda. Ia telah berusaha memberikan dasar yang kokoh bagi keluarganya. Namun ia menemukan kekosongan di dasar sanubarinya. Ia dilanda kecemasan dan kehilangan arah hidup. Semakin hari situasinya semakin parah. Ia memutuskan untuk pergi ke dokter sebelum menjadi amat terlambat.
Setelah mendengarkan keluhannya, dokter memberikan empat bungkus obat sambil berpesan; “Besok pagi sebelum jam sembilan pagi engkau harus menju pantai seorang diri sambil membawa ke empat bungkus obat ini. Jangan membawa buku atau majalah. Juga jangan membawa radio atau tape. Di pantai nanti anda membuka bungkusan obat sesuai dengan waktu yang tercatat pada bungkusannya, yakni pada jam sembilan, jam dua belas, jam tiga dan jam lima. Dengan mengikuti resep yang ada di dalamnya aku yakin penyakitmu akan sembuh.”
Orang tersebut berada di antara percaya dan ragu akan resep yang diberikan dokter. Namun demikian pada hari berikutnya ia pergi juga ke pantai. Begitu tiba di pesisir pantai di pagi hari, ....
Kumpulan Inspirasi dan Motivasi Nomor #1
Kumpulan Inspirasi dan Motivasi Nomor #1
Jumat, 30 Agustus 2013
SURAT DARI IBU
Wahai anakku, Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka… Wahai anakku! Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebag
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Selasa, 27 Agustus 2013
Senin, 26 Agustus 2013
Be a Leader
The following was written by a high school student writing an essay for her final exam:"A true leader has the confidence to stand alone, the courage to make tough decisions, and the compassion to listen to the needs of others. He does not set out to be a leader, but becomes one by the quality of his actions and the integrity of his intent. In the end, leaders are much like eagles... they don't flock, you find them one at a time." Hard work, profound dedication, and encouragement toward others are what entitle an individual to be a leader.A strong work ethic is one important quality of
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
True Leader, A
A few years ago, Pioneer Hi-Bred International, whereI was employed, purchased Norand Corporation. Pioneer'ssales representatives in the field used Norand hand-heldterminals to upload daily sales information and download newprice and sales incentive information. Pioneer bought so many ofthese hand-held terminals, the economics made the purchaseof Norand look interesting. Owning Norand also allowedPioneer to explore high-technology markets outsideagriculture.But after a few years, the emerging laptop PC technology made the hand-held units obsolete. Pioneersold Norand at a loss. Pioneer al
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Selasa, 14 Mei 2013
THINK WIN-WIN
Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai. Tiba tiba datang seekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci itu berkata : "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang." Sang Rubah jantan merasa tertantang, "Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?" Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat. Sang Kelinci kembali bersantai, sambil memakai kaca
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Jumat, 26 April 2013
101 CARA MENGATASI STRESS COURTESY OF THE TRIPLER ARMY MEDICAL CENTER, HONOLULU, HAWAII
Bangunlah 15 menit lebih awal Mempersiapkan untuk pagi malam sebelumnya Hindari pakaian ketat Hindari bergantung pada bahan-bahan kimia Atur janji ke depan Jangan mengandalkan memori Anda ... tuliskanlah Praktekkan pemeliharaan preventif Membuat duplikat kunci Berkata "tidak" lebih sering Menetapkan prioritas dalam hidup Anda Hindari orang-orang negatif Menggunakan waktu dengan bijak Sederhanakan waktu makan Selalu membuat salinan surat-surat penting Mengantisipasi kebutuhan Anda Perbaiki apa pun yang tidak bekerja dengan benar Meminta bantuan untuk pekerjaan yang tidak Anda sukai Bagilah tug
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Kamis, 11 April 2013
MUSIBAH ATAU BERKAH
Ada seorang Pria yg buta huruf bekerja sebagai penjaga sekolah.
Sudah ± 20 tahun dia bekerja disana. Suatu hari kepala sekolah itu digantikan & menerapkan aturan baru.
Semua pekerja harus bisa membaca & menulis maka penjaga yg buta huruf itu, terpaksa tidak bisa bekerja lagi.
Awalnya, dia sangat sedih. Dia tidak berani langsung pulang ke rumah & memberitahukan istrinya. Dia berjalan pelan menelusuri jalanan.
Tiba-tiba muncullah ide untuk membuka kios di jalanan itu. Tidak disangka, usahanya sukses, dari 1 kios sampai jadi beberapa kios. Kini dia jadi seorang Pengusaha yg sukses & kaya.
S
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Sudah ± 20 tahun dia bekerja disana. Suatu hari kepala sekolah itu digantikan & menerapkan aturan baru.
Semua pekerja harus bisa membaca & menulis maka penjaga yg buta huruf itu, terpaksa tidak bisa bekerja lagi.
Awalnya, dia sangat sedih. Dia tidak berani langsung pulang ke rumah & memberitahukan istrinya. Dia berjalan pelan menelusuri jalanan.
Tiba-tiba muncullah ide untuk membuka kios di jalanan itu. Tidak disangka, usahanya sukses, dari 1 kios sampai jadi beberapa kios. Kini dia jadi seorang Pengusaha yg sukses & kaya.
S
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Jumat, 05 April 2013
HATI YANG SEMPURNA
Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu.
Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah. Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata " Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?". Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berd
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah. Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata " Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?". Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berd
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Sabtu, 23 Maret 2013
DARIMANA KEBAHAGIAN ITU SEBENARNYA?
John C Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya. Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.
Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell dudu
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell dudu
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
SEPULUH KUALITAS KARAKTER
Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerend
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerend
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
TUJUH CARA MEMATIKAN ATAU MENYUBURKAN TEAM KERJA!
Salah satu kekhasan pemimpin yang baik, justru harus mengenal, kapan kita bisa mematikan ide kreatif seorang teman atau team kerjamu. Dengan mengenal caranya, engkau akan menemukan cara baru untuk menyuburkan ide kreatif dari anggota team kerjamu! Caranya mudah untuk mematikan ide anggota team kerjamu:
Janganlah menatap matanya, tetapi lihatlah barang di sekitarnya, atau tunduk saja saat dia mengajak engkau bicara! Katakanlah padanya, "Siapa yang tanya, penting apa idemu buatku?" Tempatkanlah ide temanmu itu dengan cara "brainstorming": Emang idemu itu satu-s
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Janganlah menatap matanya, tetapi lihatlah barang di sekitarnya, atau tunduk saja saat dia mengajak engkau bicara! Katakanlah padanya, "Siapa yang tanya, penting apa idemu buatku?" Tempatkanlah ide temanmu itu dengan cara "brainstorming": Emang idemu itu satu-s
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
MENGENDALIKAN AMARAH
Dulu, aku orang yang bersifat pemarah. Aku tidak bisa meredam amarahku setiap hari. Ayahku menyadari hal ini.
Untuk mengurangi rasa amarahku, Ayahku memberikan sekantong paku dan mengatakan kepadaku agar aku memakukan paku itu ke pagar di belakang rumah tiap kali aku marah.
Hari pertama aku bisa memakukan 48 paku ke pagar belakang rumah. Namun secara bertahap jumlah itu berkurang. Aku menyadari bahwa lebih mudah menahan amarah ketimbang memaku paku ke pagar. Akihrnya aku bisa menahan dan mengendalikan amarah ku yang selama ini telah memburuku. Aku memberitakukan hal ini kepada Ayahku.
Ayahk
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Untuk mengurangi rasa amarahku, Ayahku memberikan sekantong paku dan mengatakan kepadaku agar aku memakukan paku itu ke pagar di belakang rumah tiap kali aku marah.
Hari pertama aku bisa memakukan 48 paku ke pagar belakang rumah. Namun secara bertahap jumlah itu berkurang. Aku menyadari bahwa lebih mudah menahan amarah ketimbang memaku paku ke pagar. Akihrnya aku bisa menahan dan mengendalikan amarah ku yang selama ini telah memburuku. Aku memberitakukan hal ini kepada Ayahku.
Ayahk
[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi: www.superaman.com/hariaf334 ]
Selasa, 23 Oktober 2012
MANAJEMEN KULTURAL DI PESANTREN
MANAJEMEN
KULTURAL DI PESANTREN
A. Pendahuluan
Secara historis, pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang di-kembangkan
secara indigenous oleh masyarakat Indonesia. Karena sebenarnya pesantren
merupakan produk budaya masyarakat Indonesia yang sadar sepenuhnya akan
pentingnya arti sebuah pendidikan bagi orang pribumi yang tumbuh secara
natural. Terlepas dari mana tradisi dan sistem tersebut diadopsi, tidak akan
mempengaruhi pola yang unik (khas) dan telah mengakar serta hidup dan
berkembang di tengah-tengah masyarakat.[1]
Karel A. Steenbrink mengutip pendapat Amir Hamzah bahwa secara
terminology dapat dijelaskan bahwa pendidikan pesantren dilihat dari segi
bentuk dan sistemnya, berasal dari India.[2] Sebelum
proses penyebaran Islam di Indonesia, sistem tersebut telah dipergunakan secara
umum untuk pendidikan dan pengajaran agama Hindu di Jawa. Setelah Islam masuk
dan tersebar di Jawa, sistem tersebut kemudian diambil oleh Islam. Istilah
pesantren sendiri seperti halnya mengaji bukanlah berasal dari istilah
Arabm melainkan dari India. Demikian juga istilah pondok, langgar di Jawa,
surau di Minangkabau dan rangkang di Aceh bukanlah istilah Arab, tetapi
dari istilah yang terdapat di India.[3]
Ada beberapa pendapat mengenai asal muasal kata “pesantren”, Prof. John
berpendapat bahwa kata pesantren berasal dari terma “santri” yang
diderivasi dari bahasa Tamil yang berarti guru mengaji. Sementara itu C.C. Berg
berpendapat bahwa kata santri berasal dari bahasa India “shastri” yang
berarti orang yang memiliki pengetahuan tentang buku-buku suci (kitab suci).
Berbeda dengan keduanya, Robson berpendapat bahwa kata santri berasal dari
bahasa Tamil “sattiri” yang berarti orang yang tinggal di sebuah rumah
gubuk atau bangunan keagamaan secara umum.[4]
Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai asal muasal pesantren, perlu
digaris bawahi bahwa pesantren
merupakan lembaga pendidikan Islam yang masih tetap konsisten sampai sekarang
dalam memegang nilai-nilai, budaya, serta keyakinan agama yang kuat. Bahkan,
pesantren merupakan lembaga pendidikan yang diakui kemandirian dan
independensinya. Bahkan Malik Fadjar membanggakan kemandirian pesantren dengan
mengatakan bahwa kalau ditinjau dari kemandirian, pesantren lebih unggul
ketimbang perguruan tinggi yang terkesan “wah” tapi malah justru menjadi
lembaga pendidikan yang paling bertanggung jawab terhadap membludaknya
pengangguran. (Nurcholis MAdjid, 1997).[5]
B. Pesantren dan Gejala Modernitas
Pesantren dengan segala keunikan
yang dimilikinya masih diharapkan menjadi penopang berkembangnya sistem
pendidikan di Indonesia. keaslian dan kekhasan pesantren di samping sebagai
khazanah tradisi budaya bangsa, juga merupakan kekautan penyangga pilar
pendidikan untuk memunculkan pemimpin bangsa yang bermoral. Oleh sebab itu,
arus globalisasi mengandaikan tuntutan profesionalisme dalam mengembangkan
sumber daya manusia yang bermutu. Realitas inilah yang menuntut adanya manajemen
pengelolaan lembaga pendidikan sesuai tuntatan zaman. Signifikansi
professionalisme manajemen pendidikan menjadi sebuah keniscayaan di tengah
dahsyatnya arus industrialisasi dan perkembangan teknologi modern.[6]
Dalam memahami gejala modernitas
yang kian dinamis, pesantren sebagaimana diistilahkan Gus Dur ‘sub kultur’
memiliki dua tanggung jawab secara bersamaan, yaitu sebagai lembaga pendidikan
agama Islam dan sebagai bagian integral masyarakat yang bertanggung jawab
terhadap perubahan dan rekayasa sosial.[7] Dalam
kaitannya dengan respon keilmuan pesantren terhadap dinamika modernitas,
setidaknya terdapat dua hal utama yang perlu diperhatikan. Keduanya merupakan
upaya kultural keilmuan pesantren, sehingga peradigma keilmuannya tetap
menemukan relevansinya dengan perkembangan kontemporer. Pertama, keilmuan
pesantren muncul sebagai upaya pencerahan bagi kelangsungan peradaban manusia
di dunia. Kedua, peantren dipandang sebagai lembaga pendidikan, maka
kurikulum pengajarannya setidaknya memiliki orientasi terhadap dinamika
kekinian.[8] Sebab
inilah, perlu dibangun manajemen pesantren yang lebih memberdayakan sumber daya
manusia agar siap menghadapi gejala modernitas.
C. Manajemen Kultural Sebagai Model Keenam
Manajemen Kultural sebagai model
manajemen keenam merupakan manajemen yang menggunakan nilai-nilai
(keyakinan/kepercayaan) sebagai dasar pengembangan organisasi, termasuk
pendidikan (sekolah) tidak dapat dikelola secara struktural/birokratis yang
lebih menekankan pada perintah atasan, pengarahan, dan pengawasan, karena dapat
terjadi anggota organisasi hanya bekerja apabila ada perintah dan pengawasan.
Setiap orang bekerja dengan dasar nilai (keyakinan) yang mendorong adanya
keterlibatan emosional, sosial, dan pikiran demi melaksanakan tugas
pekerjaannya.[9]
Dalam manajemen kultural, kultur lebih
fokus terhadap nilai-nilai, keyakinan-keyakinan dan norma-norma individu dan
bagaimana persepsi-persepsi ini bergabung atau bersatu dalam makna-makna
organisasi.[10]
Kultur organisasional adalah suatu karateristik semangat dan keyakinan sebuah
organisasi, yang ditunjukkan, misalnya, dalam norma-norma dan nilai-nilai yang
secara umum berbicara tentang bagaimana seharusnya orang bersikap terhadap
orang lain, suatu sifat pola hubungan kerja yang harus dikembangkan dan
dirubah. Norma-norma ini sangat dalam, asumsi-asumsi kaku yangtidak selalu
diekspresikan, dan selalu diketahui tanpa bisa dipahami”.[11]
O’Neil (1994, hal. 105) merujuk pada
ungkapan Deal (1988) tentang beberapa elemen kultur yang dibuat dalam beberapa
variasi cara:
- Nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan yang diekspresikan dalam bentuk tertulis.
- Pahlawan pria/wanita yang melambangkan perilaku organisasi dan kualitas personal yang diinginkan.
- Ritual yang mengarahkan semua anggotanya untuk bersama-sama memperkuat nilai-nilai inti.
- Upacara-upacara yang merayakan nilai-nilai tersebut.
- Kisah-kisah yang mengkomunikasikan dan meluaskan filosofi dan praktek yang berarti.
- Suatu jaringan pelaku kultural informal yang bersedia untuk menjaga kultural dalam menghadapi tekanan-tekanan perubahan.[12]
C. Manajemen Kultural di Pesantren
Bush mengatakan bahwa
model-model kultural memandang bahwa keyakinan, nilai, dan ideologi ada pada
jantung organisasi. Individu memiliki ide-ide tertentu dan preferensi nilai
yang mempengaruhi bagaimana mereka bersikap dan bagaimana mereka memandang
perilaku anggota-anggota lainnya. Norma-norma ini menjadi tradisi yang
dikomunikasikan dalam kelompok dan diperkuat oleh simbol-simbol dan ritual.[13] Prof.
Sodiq juga menekankan bahwa manajemen kultural adalah manajemen yang
menggunakan nilai-nilai (keyakinan/kepercayaan) sebagai dasar pengembangan
organisasi. Karena itulah, manajemen kultural di pesantren merupakan bentuk
manajerial pesantren yang lebih menekankan pada pendekatan kultural yang
dilakukan oleh seorang kyai/ustadz dalam mengelola dan mengembangakan pesantren
sebagai basis keilmuan Islam di Nusantara.
Salah
satu basis kultural pesantren adalah bentuk pendidikan pesantren yang bercorak
tradisionalisme. Menurut Mochtar Buchori, pesantren merupakan bagian struktural
internal pendidikan Islam di Indonesia yang diselenggarakan secara tradisional
yang telah menjadikan Islam sebagai cara hidup. Sebagai bagian struktur
internal pendidikan Islam Indonesia, pesantren mempunyai kekhasan, terutama
dalam fungsinya sebagai institusi pendidikan, di samping sebagai lembaga
dakwah, bimbingan kemasyarakatan, dan bahkanperjuangan. Mukti Ali
mengindetifikasikan beberapa pola umum pendidikan Islam tradisional sebagai
berikut:
- Adanya hubungan yang akrab antara kyai dan santri.
- Tradisi ketundukan dan kepatuhan seorang santri terhadap kyai.
- Pola hidup sederhana (zuhud).
- Kemandirian atau independensi.
- Berkembangnya iklim dan tradisi tolong-menolong dan suasana persaudaraan.
- Displin ketat.
- Berani menderita untuk mencapai tujuan.
- Kehidupan dengan tingkat religiusitas tinggi.[14]
Senada
dengan Mukti Ali, Alamsyah Ratu Prawiranegara juga mengemukakan beberapa pola
umum yang khas yang terdapat dalam pendidikan Islam tradisional sebagai
berikut:
1.
Independen.
2.
Kepemimpinan Tunggal
3.
Kebersamaan dalam hidup yang merefleksikan kerukunan.
4.
Kegotong-royongan.
5.
Motivasi yang terarah dan pada umumnya mengarah pada
peningkatan kehidupan beragama.[15]
Dari
dua pendapat di atas, nampak sekali bahwa pola tradisionalisme merupakan basis
kultur pesantren yang menjadikan keunikan tersendiri bagi pesantren. Kalau kita
kaitkan dengan manajemen kultur, maka pola pendidikan tradisionalisme di
pesantren merupakan basis nilai-nilai, keyakinan, dan budaya, yang dapat
dijadikan dasar pengembangan manajemen kultur di pesantren. Misalnya: hubungan
akrab antar kyai dan santri, ibarat hubungan antara ayah dan anak. Hubungan
akrab ini bisa mendorong keterlibatan emosional kyai dan santri untuk mengembangkan
pesantren bersama-sama, apalagi hal ini didukung oleh sikap ketundukkan dan
kepatuhan seorang santri pada kyainya. Sikap inilah yang akan mendukung
keberhasilan kepemimpinan seorang kyai di pesantren.
Dalam
kepemimpinan seorang kyai di pesantren, memiliki titik kelemahan dan kelebihan.
Titik kelemahannya, kyai merupakan figure sentral di dunia pesantren dan lebih
dari itu merupakan faktor determinan terhadap suksesnya santri dalam mencari
pengetahuan. Dalam ranah akademik pendidikan kepesantrenan, signifikasi peranan
kyai dalam mengambil kebijakan juga menjadikan pembelajaran di pesantren yang
biasanya non-stop, kurang teratur kurikulumnya, atau bahkan ada juga pesantren
yang sama sekali tidak menerapkan sistem kurikulum. Bahan ajar menjadi hak
prerogratif kyai. Kyai, dalam dunia pendidikan pesantren menjadi seorang
otokrat.[16]
Sisi
positif (kelebihan) dari lembaga pendidikan pesantren adalah walaupun dipimpin
oleh seorang kyai secara otokratif, akan tetapi watak inklusifnya begitu
mendalam. Kebersahabatannya dengan budaya lokal telah berhasil memperkokoh
funda-mentasi kebangsaan. Maka tidak heran pesantren menjadi akulturasi
kebudayaan antar daerah. Berkenaan dengan ini, tipe kepemimpinan pesantren
memiliki watak pemersatu. Daulat P. Tampubolon (2001) mengemukakan bahwa gaya
kepemimpinan pemersatu berarti mampu mempersatukan semua unsur dan potensi yang
berbeda-beda sehingga menjadi kekuatan sinergis yang bermanfaat bagi semua
pihak.[17]
Inilah
mungkin letak keunikan dalam kepemimpinan (manajemen) di dunia pesantren. Di
satu sisi seorang kyai sebagai public figure bagi santrinya yang harus
diikuti, di sisi lain, seorang kyai mampu mengakomodir keberagaman budaya
santrinya. Sebagaimana kata Mukti Ali di atas, berkembangnya iklim dan tradisi
tolong-menolong dan suasana persaudaraan antara kyai dan santrinya.
Saya
melihat, keberhasilan kyai dalam melakukan pengelolaan pesantren, salah satunya
karena kyai menjunjung tinggi nilai-nilai, budaya maupun keyakinan. Sikap
otokrasi biasanya dilakukan oleh kyai saat beliau menjadi seorang pemimpin
pesantren yang lebih menekankan pada nilai-nilai keagamaan[18],
misalnya: Pembelajaran yang bersifat kyai-centered. Seorang kyai melihat
para santrinya belum matang secara intelektual maupun emosionalnya, sehingga
perlu dibimbing dalam belajar. Adapun metode pembelajaranya, biasa disebut
dengan metode sorogan atau bandongan dimana kyai mempunyai
kekuasan tinggi dalam mengajarkannya, bahkan “haram” bagi santri untuk
membantahnya.
Sikap
kekeluargaan, keakraban, tolong-menolong biasanya dilakukan oleh kyai saat
beliau menjadi seorang manajer pesantren yang lebih menekankan pada proses dan
pengelolaan pesantren. Di sinilah letak manajemen kultur yang dilakukan oleh
kyai untuk mengembangkan pesantren. Nilai-nilai seperti kekeluargaan,
keakraban, tolong-menolong sangat efektif untuk manjalin ikatan emosional antara
kyai dan santri untuk mencapai tujuan pesantren secara bersama.
Kaitannya
dengan gejala modernitas dan perkembangan ilmu pengetahuan (the rise of
educations), sebaiknya sikap otokrasi dalam kepemimpinan seorang kyai dikurangi
dan lebih mengedepankan sikap “mengayomi” santri dengan nilai-nilai, budaya
maupun keyakinan agama sebagai basis manajemen kultur di pesantren. Sikap
otokrasi akan menghasilkan peserta didik yang tidak kritis dan jumud (kaku)
dalam pemikiran. Padahal, perkembangan ilmu pengetahuan membutuhkan keterbukaan
dan partisipasi aktif antara peserta didik dengan seorang kyai atau guru. Model
pembelajaran bukan kyai-centered tapi santri-centered.
D. Kesimpulan
Manajemen kultural di pesantren
sangat menekankan adanya sikap konsistensi dalam memegang nilai-nilai, budaya
serta keyakinan agama yang kuat antara kyai dan santri untuk mewujudkan tujuan
pesantren secara bersama. Dalam manajemen kultural, sikap seorang kyai yang
selama ini cenderung otokrasi dalam memimpin harus dihindari untuk mendorong
adanya keterlibatan emosional, sosial, dan pikiran santri maupun staf
ustadz/karyawan demi melaksanakan tujuan pesantren secara ikhlas tanpa paksaan.
Daftar
Pustaka
Aziz
Kuntoro, Sodiq. 2008. Materi Perkuliahan Manajemen Berbasis Pesantren,
Madrasah, dan Sekolah. Program Pascasarjana Prodi Pendidikan Islam UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Ali, Mukti.
1987. Beberapa Persoalan Agama Dewasa ini. Jakarta: Rajawali press.
A. Steenbrink,
Karel. 1974. Pesantren, Madrasah, Sekolah. Jakarta: LP3ES.
Bush,
Tony & Coleman, Marianne. 2006. Manajemen Strategis Kepemimpinan
Pendidikan (terj.) oleh. Fahrurrozi. Yogyakarta: IRCiSoD.
_______________________________.
2000. Leadership and Strategic Management in Education., London:Paul
Chapman Publishing Ltd.
Dawam,
Ainurrafiq dan Ta’arifin, Ahmad. 2005. Manajemen Madrasah Berbasis
Pesantren. Listafariska Putra.
Hamzah
Wirjosukarto, Amir. 1968. Pembaharuan Pendidikan dan Pengajaran Islam yang
diselenggarakan oleh Pergerakan Muhammadiyah, Singosari-Malang.
Haedari,
Amin. dkk. 2004. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas dan
Tantangan Kmplesitas Global. Jakarta: IRD Press.
[1]
Ainurrafiq Dawam dan Ahmad Ta’arifin. 2005. Manajemen Madrasah Berbasis
Pesantren. Listafariska Putra., hal. 5
[2] Karel A.
Steenbrink. 1974. Pesantren, Madrasah, Sekolah. Jakarta: LP3ES., hal. 20
atau Amir Hamzah Wirjosukarto. 1968. Pembaharuan Pendidikan dan Pengajaran
Islam yang diselenggarakan oleh Pergerakan Muhammadiyah, SIngosari-Malang.,
hal. 40
[3]
Karel A. Steenbrink. 1974. Pesantren..., hal. 20-21
[4]
Ainurrafiq Dawam dan Ahmad Ta’arifin. 2005. Manajemen…, hal. 5
[5]
Ibud., hal. 74
[6]
Ibid., hal. 18
[7] Amin
Haedari, dkk. 2004. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas dan
Tantangan Kmplesitas Global. Jakarta: IRD Press., hal. 76
[8]
Ibid., hal. 78-79
[9] Prof
Sodiq Aziz Kuntoro. 2008. Materi Perkuliahan Manajemen Berbasis Pesantren,
Madrasah, dan Sekolah. Program Pascasarjana Prodi Pendidikan Islam UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta.
[10] Tony
Bush & Marianne Coleman. 2006. Manajemen Strategis Kepemimpinan
Pendidikan (terj.) oleh. Fahrurrozi. Yogyakarta: IRCiSoD., hal. 133 atau
Tony Bush and Marianne Coleman. 2000. Leadership and Strategic Management in
Education., London:Paul Chapman Publishing Ltd., p. 42.
[11]
Ibid., hal 133-134
[12]
Ibid., hal. 134-135
[13]
Ibid., hal. 134
[14]
Haedari, dkk. 2004. Masa Depan Pesantren…,hal. 14-15 atau lihat Mukti
Ali. 1987. Beberapa Persoalan Agama Dewasa ini. Jakarta: Rajawali
press., hal. 5
[15]
Ibid., hal. 15
[16]
Ainurrafiq Dawam dan Ahmad Ta’arifin. 2005. Manajemen…, hal. 73
[17]
Ibid., hal. 74
[18]
Sebagaimana Tony Bush dan Merianne Coleman mengatakan bahwa kepemimpinan
diidentikan dengan visi dan nilai-nilai, sedangkan manajemen diidentikan dengan
proses dan struktur. Bush & Marianne Coleman. 2006. Manajemen
Strategis…,hal. 63
Langganan:
Postingan (Atom)